TPA Antonim
TPA verbal sub bagian antonim (tes antonim) adalah TPA yang paling rutin
keluar sebagai materi ujian dalam Ujian SPMB PKN STAN. Kemampuan yang diekplorasi dalam tes antonim adalah kemampuan peserta dalam
mengenali kata, dan mencari kata yang memiliki arti yang berlawanan dengan kata
yang ditanyakan dalam soal. Kemampuan penalaran logis secara verbal adalah
kemampuan yang dibutuhkan untuk membantu menganalisis jawaban yang tepat dari
soal yang diujikan.
Tes antonim merupakan tes yang tingkatannya lebih tinggi dari tes kosakata.
Sebelum menemukan kata yang memiliki arti berlawanan di dalam soal, peserta
ujian terlebih dahulu harus mengetahui arti kata yang ditanyakan tersebut.
Kemampuan menganalisis kata adalah faktor yang sangat penting dalam menghadapi
tes antonim.
Pola Soal
Kata A merupakan lawan kata/memiliki arti yang berlawanan
dengan Kata B.
Penjabaran Materi
Antonim adalah hubungan semantik dua buah kata yang maknanya menyatakan
kebalikan, atau pertentangan dengan kata lainnya. Peserta ujian harus terlebih
dahulu mencari arti kata, dan diminta untuk mencari kata yang memiliki arti
yang berlawanan dengan kata yang ditanyakan di dalam soal. Verhaar dalam Padeta (2001) membedakan
antonim berdasarkan sistem sebagai berikut:
1. Antonim antar kalimat,
misalnya … dia sakit … dan … dia tidak sakit ….
2. Antonim antar frasa,
misalnya … secara teratur … dan … secara tidak teratur ….
3. Antonim antar kata,
misalnya … makan … dan … minum ….
Soal Ujian SPMB PKN STAN hanya mengujikan antonim antar kata, sehingga
penguasaan kosakata sangat diperlukan untuk menyelesaikan soal antonim. Soal
antonim sebenarnya memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan
soal sinonim dan kosakata, hal tersebut karena untuk menyelesaikan soal
antonim, peserta ujian harus terlebih dahulu menguasai kosakata yang diujikan
beserta pilihan jawabannya. Kunci penguasaan materi antonim adalah penguasaan
kosakata, sebagaimana telah dijelaskan di sub bagian sinonim.
Jenis-Jenis Antonim
Berikut adalah jenis-jenis antonim.
1. Antonim Mutlak
Antonim mutlak adalah
kata-kata yang secara mutlak berlawanan makna.
Contoh:
diam >< bergerak
2. Antonim majemuk
Kata dalam antonim
majemuk mempunyai makna yang melibatkan banyak pertentangan kata.
Contoh:
tidak suka makan nasi >< suka makan nasi
Dalam kalimat tersebut
mencakup pengertian bahwa orang tersebut suka makan tidak suka makan nasi namun
suka makan yang lainnya.
3. Antonim Relatif atau
Bergradasi
Antonim relatif atau
bergradasi adalah kata-kata yang berdasarkan definisi tidak memiliki standar
yang jelas akan tetapi pendefinisiannya berdasarkan opini.
Contoh:
jauh >< dekat, berat >< ringan
4. Antonim Relasional
Antonim relasional
adalah kata-kata yang saling berhubungan dan memiliki kesetaraan kedudukan
namun memiliki perbedaan.
Contoh:
suami >< istri, siswa >< siswi
5. Antonim Hierarkis
Antonim hierarkis adalah
kata-kata yang saling berhubungan namun tidak memiliki kesetaraan kedudukan.
Contoh:
tamtama >< bintara, direktur >< karyawan
Pola Pembentukan Antonim
Jika merujuk pada pola pembentukan kata, kata-kata yang
berantonim sebagian besar memiliki kata dasar yang sama. Biasanya pada
kata-kata dasar tersebut dapat dibuat antonimnya dengan memberikan kata awalan tertentu
seperti awalan in-, pra-, de-, a-, non-, dan sebagainya. Jika pembentukan
kata-kata yang berantonim berasal dari kata dasar yang sama, maka selalu ada
kemungkinan bahwa kata-kata yang berantonim memiliki kesamaan berdasarkan
struktur kata.
1. a-/ab-
Awalan a-/ab-
menunjukkan kondisi yang bertentangan dengan kondisi pada kata dasar.
Contoh:
asusila >< susila, abnormal ><
normal
2. de-
Awalan de- menunjukkan
kondisi yang mengalami penurunan dengan kondisi pada kata dasar.
Contoh:
deforestasi >< forestasi, degradasi
>< gradasi
3. non-
Awalan non- menunjukkan
pengecualian atau bukan bagian dari makna kata dasar.
Contoh:
nonsubsidi ><
subsidi, nonmuslim >< muslim
4. in-
kondisi yang
bertentangan dengan kondisi pada kata dasar
Contoh:
inkonsistensi ><
konsistensi, inkredibel >< kredibel
5. sub-
Awalan sub- menunjukkan
bagian dari suatu hal yang lebih besar.
Contoh:
subsistem >< sistem, suburban
>< urban
6. pra-
Awalan de- menunjukkan
kondisi sebelum dari makna kata dasar.
Contoh:
prakualifikasi >< kualifikasi,
prasekolah >< sekolah
7. paska-
Awalan paska-
menunjukkan kondisi setelah dari makna kata dasar.
Contoh:
Paskasarjana ><
sarjana, paskakonflik >< konflik
8. dis-
Awalan dis- menunjukkan
kondisi yang bertentangan dengan kondisi pada kata dasar.
Contoh:
diskontinyu >< kontinyu, disabilitas >< abilitas
Contoh soal:
ANTIPATI
A. empati
B. saripati
C. simpati
D. merpati
E. adipati
Jawaban:
C. Antipati lawan katanya
adalah Simpati.
Lihat pola pembentukan
antonimnya, kata yang berantonim dengan kata yang ditanyakan dalam soal
memiliki kesamaan bunyi yang hampir mirip. Semua kata dalam pilihan memiliki
akhiran kata -pati. Antipati berarti ketidakpedulian sedangkan Simpati berarti
kepedulian. Pilihan B, D, dan E adalah pengecoh.
Tips!
Berikut ini adalah langkah-langkah utama yang harus dijalankan untuk
menyelesaikan soal tes antonim dalam TPA Verbal:
1. Terlebih dahulu analisis
dan carilah arti kata yang ditanyakan dalam soal. Jenis kata yang berantonim
dapat berupa kata benda, kata sifat ataupun kata kerja
2. Temukan hubungan sifat
dari kata dalam pertanyaan dan pilihan Jawaban. Kata-kata yang memiliki sifat
berlawanan memiliki kemungkinan yang besar memiliki arti yang berlawanan.
Contohnya kata bekerja berkaitan dengan sifat rajin sedangkan kata menganggur
berkaitan dengan sifat malas.
3. Coba masukkan kata dalam
pertanyaan menjadi suatu kalimat dan ganti kata tersebut dengan kata-kata dalam
pilihan Jawaban. Jika kalimat yang dibentuk dengan kata dalam pilihan jawaban
memiliki arti yang berlawanan maknanya dengan kalimat yang menggunakan kata
dalam soal, berarti kata tersebut adalah yang paling tepat.
4. Kata-kata berantonim
tertentu dibentuk dari kata dasar yang sama. Selalu ada kemungkinan bahwa
jawaban dari kata yang disajikan dalam pertanyaan adalah pilihan jawaban yang
memiliki kesamaan struktur pembentukan kata atau memiliki bunyi yang sama.
5. Jika ada dua atau lebih
pilihan jawaban yang bersinonim, kemungkinan besar pilihan jawaban tersebut
bukan jawaban yang benar, jadi bisa kamu eliminasi jawaban tersebut.
6. Pelajari suplemen daftar
kosakata yang memiliki sinonim dan antonim, menghafalkan daftar tersebut dapat
membantu untuk meningkatkan perbendaharaan kosakata.
Suplemen Antonim
Abadi >< Fana
Abdi >< Majikan
Abolisi >< Pemberatan
Absen >< Hadir
Abstrak >< Konkrit
Absurd >< Rasional
Aktual >< Basi
Afirmatif >< Negatif
Akrab >< Tak kenal
Akurat >< Meleset
Akut >< Ringan
Alam fana >< Alam baka
Amatir >< Ahli
Anomali >< Normal
Antagonis >< Protagonis
Antagonis >< Searah
Antipati >< Simpati
Antitesis >< Tesis
Apatis >< Aktif
Apex >< Zenit
Arbitrer >< Esensial
Artika >< Antartika
Asketisme >< Hedonisme
Asli >< Duplikat
Asli >< Palsu
Beraneka >< Semacam
Berbeda >< Sesuai
Berhasil >< Gagal
Berongga >< Rapat
Berpihak >< Netral
Berselang-seling >< Monoton
Bersimbah >< Kering
Berubah >< Konstan
Bhineka >< Tunggal
Bonafid >< Marjinal
Bongsor >< Kerdil
Boros >< Hemat
Botani >< Nabati
Brilian >< Dungu
Cacat >< Normal
Canggih >< Ketinggalan zaman
Cepat >< Lambat
Deduksi >< Induksi antonim
Defertilisasi >< Pemupukan
Degenerasi >< Kemajuan
Delusi >< Nyata
Dependen >< Independen
Depresi >< Resesi
Destruktif >< Konstruktif
Dialog >< Monolog
Diferensiasi >< Ekuivalensi
Dinamis >< Statis
Diskursus >< Dogma
Distansi >< Densiti
Dualisme >< Padu
Dungu >< Brilian
Eklektik >< Gradul
Ekspresi >< Impresi
Ekspresif >< Pasif
Eksternal >< Internal
Ekstrinsik >< Internal
Elastis >< Kaku
Elektik >< Tak pilih-pilih
Elusif >< Canggih
Elusif >< Mudah dimengerti
Empati >< Tidak peduli
Epigon >< Maestro
Esoteris >< Terbuka
Evaporasi >< Kondensasi
Evolusi >< Revolusi
Fakta >< Fiksi
Feminim >< Maskulin
Fiksi >< Nonfiksi
Fiktif >< Fakta
Fisik >< Mental
Frontal >< Gradual
Gagal >< Berhasil
Gamang >< Berani
Gara-gara >< Akibat
Gasal >< Genap
Harmoni >< Sumbang
Hayati >< Baka
Hayati >< Mati
Hemat >< Boros
Higienis >< Kotor
Hiperbola >< Apa adanya
Holistik >< Monistik
Idealisme >< Kompromi
Illegal >< Sah
Imigrasi >< Emigrasi
Impresi >< Ekspresi
Individual >< Kolektif
Induksi >< Reduksi
Inferior >< Superior
Inflasi >< Deflasi
Insomnia >< Nyenyak
Internal >< Eksternal
Introyeksi >< Proyeksi
Jahat >< Baik
Jawab >< Tanya
Jinak >< Buas
Jumbo >< Kecil
Kakek >< Cucu
Kaleidoskop >< Seragam
Kandang >< Tandang
Kapabel >< Bodoh
Kapitalisme >< Sosialisme
Kebal >< Mempan
Kecil >< Besar
Kedaluwarsa >< Baru
Kekal >< Fana
Kekang >< Bebas
Kendala >< Pendukung
Kohesi >< Adhesi
Kolektif >< Individual
Kompatibel >< Kaku
Konduktor >< Penghambat
Konklusi >< Uraian
Konklusif >< Elusif
Konrol >< Acuh
Konservasi >< Ekploitasi
Konstan >< Berubah-ubah
Konsumen >< Penghasil
Kontan >< Hutang
Kontiniu >< Terputus
Kontra >< Setuju
Kontradiksi >< Konvergensi
Konveks >< Cekung/konkaf
Kredit >< Pemasukan
Krisis >< Stabil
Krusial >< Sepele
Kualitas >< Kuantitas
Kurus >< Tambun
Labil >< Stabil
Lambat >< Cepat
Lancar >< Macet
Lancung >< Asli
Langit >< Bumi
Las >< Bubut
Liberal >< Pembatasan
Liberalisme >< Fundamentalisme
Longgar >< Sempit
Makar >< Jujur
Makar >< Setia
Mandiri >< Bergantung
Mandiri >< Dependen
Marah >< Senang
Maya >< Nyata
Merana >< Senang
Merdeka >< Vasal
Metafisika >< Nyata
Metodis >< Amburadul
Minor >< Mayor
Mistis >< Realis
Mitos >< Fakta
Mobilitas >< Keajegan
Modern >< Kuno
Modernisasi >< Tradisional
Monogami >< Poligami
Monoton >< Berubah-ubah
Moral >< Amoral
Mufakat >< Tidak setuju
Nadir >< Kosong
Negasi >< Konfirmasi
Nekat >< Takut
Netral >< Berpihak
Nirwana >< Dunia
Nisbi >< Mutlak
Nomadik >< Menetap
Ofensif >< Bertahan
Oponen >< Eksponen
Orator >< Pendengar
Orisinil >< Plagiat
Otokratis >< Demokratis
Otoriter >< Demokrasi
Out put >< Input
Padan >< Bukan bandingan
Padanan >< Pertidaksamaan
Pakar >< Awam
Pancarona >< Seragam
Pandai >< Bodoh
Panjang lebar >< Ringkas
Pasca >< Pra
Pejal >< Berongga
Pejuang >< Pengkhianat
Pembangun >< Destruktif
Pemberani >< Penakut
Penambahan >< Eliminasi
Penting >< Remeh
Percaya diri >< Rendah diri
Perintis >< Pewaris
Perkasa >< Lemah
Pertahanan >< Serangan
Planning >< Tak terencana
Plural >< Tunggal
Plus >< Minus
Polemik >< Rukun
Poliandri >< Monogami
Positif >< Negatif
Positif >< Ragu-ragu
Preambul >< Penutup
Prefiks >< Akhiran
Pro >< Kontra
Professional >< Amatir
Progresif >< Regresif
Prolog >< Epilog
Prominen >< Biasa
Proporsional >< Norak
Proposisi >< Reaksi
Raksasa >< Kerdil
Ramai >< Sepi
Ramalan >< Pasti
Rasional >< Irasional
Rasionalisme >< Empirisme
Regresif >< Progresif
Remeh >< Penting
Remisi >< Penambahan
hukuman
Revolusi >< Evolusi
Ritel >< Grosir
Rivalitas >< Persesuaian
Rutin >< Jarang
Salaf >< Mutakhir
Sampling >< Random
Sederhana >< Canggih
Sekarang >< Kemarin
Sekuler >< Keagamaan
Sekularisme >< Spiritualisme
Senang >< Merana
Senior >< Junior
Separasi >< Penyatuan
Sesuai >< Berbeda
Setem >< Sumbang
Siau >< Mendidih
Simpati >< Antipati
Sinergi >< Dualistis
Sinkron >< Sumbang
Sipil >< Militer
Skeptis >< Yakin
Soliter >< Individual
Sporadis >< Jarang
Stabil >< Labil
Statis >< Dinamis
Subur >< Tandus
Sumbang >< Tepat
Takzim >< Lancang
Tambun >< Kurus
Tawa >< Tangis
Terapung >< Tenggelam
Teratur >< Kacau
Terjamin >< Tak tentu
Terkatung >< Terbenam
Terputus >< Kontinu
Tetiron >< Asli
Tidak berdaya >< Sinergi
Tidak Peduli >< Empati
Tinggi >< Rendah
Transedensi >< Imanesi
Tunggal >< Heterogen
Universal >< Parsial
Vademikum >< Kamus besar
Valuable >< Tidak berharga
Vasal >< Merdeka
Vektor >< Skalar
Vertikal >< Horizontal
Virulen >< Baik
Vokal >< Pendiam
Wreda >< Muda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar