TPA Kosakata
TPA verbal sub bagian kosakata (Tes Kosakata) adalah sub bagian TPA Verbal
yang mulai diujikan sejak Ujian SPMB PKN STAN tahun 2009 sampai dengan
pelaksanaan terakhir di tahun 2016. Tes kosakata menuntut peserta ujian untuk
menemukan arti kata yang ditanyakan dalam soal.
Tes kosakata merupakan cerminan wawasan dan pengetahuan yang dimiliki oleh
peserta ujian. Semakin banyak penguasaan kosakata yang dimiliki oleh seseorang
menjadi tolak ukur apakah orang tersebut rajin membaca atau tidak. Faktor
bertambahnya wawasan seseorang salah satunya adalah dengan cara rajin membaca.
Banyak peserta ujian yang sering kali terjebak dengan perbedaan antara tes
kosakata, dengan tes sinonim yang juga menjadi bagian dari TPA verbal. Sekilas
tes kosakata akan menghasilkan sebuah kata yang terlihat seperti sinonim dari
kata yang ditanyakan dalam soal. Namun jika dicermati, tes kosakata akan
menghasilkan arti kata yang berupa frase atau kalimat, bukan kata
tunggal yang merupakan sinonim.
Penjabaran Materi
1. Penggunaan Kata
a. Kosakata yang sering
diujikan adalah kosakata yang tidak lazim, jarang digunakan, dan hanya
digunakan pada situasi dan kondisi tertentu;
b. Lakukan analisis
penggunaan kata berdasarkan penggunaan formal dan non formal;
c. Jika penggunaan kosakata
merupakan istilah di bidang tertentu, maka arti kosakata tersebut juga berasal
dari kelompok istilah yang sama.
2. Istilah Khusus
Selain faktor penggunaan
kata, tes kosakata mengujikan istilah-istilah khusus dari berbagai bidang,
adapun rincinya sebagai berikut:
a. Bidang Biologi meliputi
istilah botani, farmasi, medis dan ilmu hewan;
b. Bidang Eksakta meliputi
istilah matematika, kimia, fisika dan astronomi;
c. Bidang Kesenian meliputi
istilah seni, sastra, musik dan literatur;
d. Bidang Sosial meliputi
istilah sejarah, pemerintahan, ekonomi, geografi dan sosiologi;
e. Bidang Teknologi
meliputi istilah teknologi informasi, robotika dan rekayasa genetika;
f. Bidang Teknik meliputi istilah arsitektur, desain, komputasi, dan mesin;
g. Bidang Ekonomi meliputi
istilah fiskal, moneter, perbankan, industri dan kebijakan pemerintah dan
lain-lain.
3. Cara Memperkaya Kosakata
Untuk memperkaya
kosakata yang kamu miliki, kamu dapat melakukan hal-hal berikut:
a. Tidak ada jalan pintas
untuk memperkaya kosakata selain rajin membaca. Membacalah sebanyak dan
sekonsisten mungkin. Tidak ada cara yang lebih baik untuk memperkaya kosakata
kamu dibanding dengan membaca.
b. Bacalah berbagai jenis
bahan bacaan yang variatif dan memiliki tema spesifik. Semakin luas dan dalam
jenis bahan bacaan kamu semakin banyak kata-kata baru yang kamu pelajari dari
waktu ke waktu.
c. Perhatikan dan sadari
kata-kata baru yang kamu temui saat membaca. Jika kamu tidak tahu persis arti
atau maksud suatu kata, cobalah memahami dari konteks kalimatnya. Beri kamu
kata yang tidak kamu mengerti sehingga kamu dapat melihatnya kembali
belakangan.
d. Unduh aplikasi
KBBI daring di smartphonekamu untuk mempermudah mencari arti kosakata baru yang kamu temui.
e. Buatlah rangkuman
kosakata baru yang kamu temui, semakin banyak yang kamu catat, semakin banyak
tabungan kosakata yang kamu kuasai.
f. Googling daftar istilah-istilah
baru dalam Bahasa Indonesia. Hal ini dapat kamu lakukan untuk menambah daftar
kosakata secara cepat dan mudah.
g. Cara-cara di atas
merupakan cara yang lebih mudah untuk menguasai kosakata dibanding harus
mencari secara manual di KBBI karena jumlah kosakata yang ada di dalam KBBI
jumlahnya sangat banyak untuk dipelajari.
Contoh soal:
PARTISI
A. sekat dalam ruangan
B. pembagian ruang
C. pemisahan bagian
D. bagian dalam ruang
E. ikut ambil bagian
Jawaban:
A. Partisi adalah sekat dalam ruangan
Pada soal di atas, jika
kita mengartikan kata “Partisi” secara langsung, maka kita akan mendapatkan
arti “Bagian” (Partisi berasal dari kata asing “Partition” yang secara translasi artinya “pembagian”), namun jika kata partisi
diartikan berdasarkan istilah (secara leksikal) maka artinya adalah sekat dalam
ruangan.
Tips!
Berikut ini adalah analisis penyelesaian dari ujian kosakata:
1. Jika kosakata yang
diujikan merupakan bagian dari kelompok istilah tertentu, carilah kelompok
istilah penggunaan kosakata tersebut. Antara soal dan jawaban akan berasal dari
kategori kelompok kosakata yang sama, tidak akan melenceng jauh dari kosakata
yang ditanyakan dalam soal;
2. Buatlah sebuah kalimat
yang menggunakan kosakata yang diujikan. Pahami makna dari kalimat tersebut,
kemudian substitusikan kosakata yang diujikan dengan kata-kata dalam pilihan
jawaban. Jika ada kalimat yang dibuat dari pilihan jawaban memiliki kedekatan
makna dengan pilihan jawaban, maka dapat dipastikan bahwa kalimat tersebut
merupakan jawaban yang tepat;
3. Jangan terjebak dengan
mengartikan kata serapan dari bahasa asing secara langsung. Kata serapan dari
bahasa asing tidak selalu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara
langsung. Kosakata serapan dalam bahasa asing bisa juga diterjemahkan
berdasarkan istilah/leksikal;
4. Pertanyaan dalam tes
kosakata sifatnya berupa kata-kata yang bersifat khusus, sedangkan jawabannya
berupa kata-kata yang bersifat umum yang mudah dipahami.
5. Hati-hati dengan kata
dasar. Beberapa kosakata dalam Bahasa Indonesia sering digunakan dalam format
dengan awalan, akhiran, ataupun keduanya. Jika kamu menghadapi situasi seperti
ini, kamu bisa mulai mencoba untuk memberikan awalan, akhiran, atau keduanya
untuk membantu kamu mengenali dan menganalisis kosakata yang kamu hadapi.
Suplemen Kosakata
Kata
|
Arti
|
Abhati
|
Cahaya agung
atau cahaya suci
|
Ad hoc
|
Hanya untuk satu
tujuan tertentu saja.
|
Ad interim
|
Untuk sementara
waktu.
|
Aksioma
|
Pernyataan yang pasti benar
|
Aliansi
|
Persekutuan/perserikatan
antar dua negara atau kelompok.
|
Alter ego
|
Kepribadian atau
identitas lain dari seseorang.
|
Ambiguitas
|
Bermakna Ganda
|
Analogi
|
Persamaan antara
dua benda yang berlainan.
|
Angket
|
Pertanyaan untuk menyelidiki
|
Animo
|
Hasrat,
keinginan, perhatian atau sambutan yang hangat.
|
Anomali
|
Penyimpangan
atau kelainan dari normal.
|
Antologi
|
Kumpulan karya
tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang.
|
Apartheit
|
Diskriminasi warna kulit
|
Apokrifa
|
Diragukan Keasliannya
|
Asimilasi
|
Penyesuaian
lingkungan sekitar dengan individu agar selaras.
|
Aspirasi
|
Kehendak atau
keinginan yang keras untuk mendapatkan sesuatu lebih jelas lagi/kehendak atau
keinginan untuk maju.
|
Baron
|
Gelar Bangsawan
|
Birai
|
Dinding
berukuran rendah di tepi jembatan atau tangga
|
Bisektris
|
Berpaham pada dua magzab
|
Boikot
|
Melawan dengan
cara tidak mau bekerja sama dengan berhubung
|
Bona fide
|
Dengan tujuan
baik dan bisa dipercaya.
|
Bonafid
|
Dapat dipercaya
|
Bonanza
|
Sumber Kesenangan
|
Candramawa
|
Hitam bercampur
putih
|
Cendala
|
Merasa rendah
diri
|
Daring
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk online, (daring merupakan singkatan dari dalam jaringan).
|
Debat
|
Suatu pertukaran
pandangan yang dilakukan oleh orang yang mempunyai pandangan berbeda.
|
Defensif
|
Sikap
pembelaan/sikap bertahan.
|
Dehesi
|
Pandangan Keliru
|
Dehidrasi
|
Kehilangan
cairan tubuh
|
Dekadensi
|
Kemerosotan
moral
|
Demagogi
|
Penghasutan
terhadap orang banyak melalui sebuah orasi atau pidato.
|
Demisioner
|
Habis masa
jabatan
|
Deportasi
|
Pembuangan ke
luar negeri
|
Derau
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk noise, suara yang tidak diperlukan dalam satu rekaman suara
atau video.
|
Dersik
|
Desir angin
|
Dialektika
|
Penalaran dengan
dialog sebagai cara untuk menyelidiki suatu masalah.
|
Didaktik
|
Hukum-hukum
untuk menanamkan pengetahuan kepada muridnya
|
Dikotomi
|
Pembagian atau
perbedaan antara dua bagian yang saling berselisih
|
Diktator
|
Orang yang
memerintah dengan kekuasaan yang tidak terbatas.
|
Distorsi
|
Perubahan atau penyimpangan
pada suatu hal
|
Dogma
|
Pokok ajaran
(tentang kepercayaan, dsb) yg harus diterima sebagai hal yang benar dan baik,
tidak boleh dibantah dan diragukan; keyakinan tertentu.
|
Doktrin
|
Ajaran atau
pendirian tentang suatu kepercayaan atau ilmu pengetahuan.
|
Efektif
|
Tepat pada
sasaran atau mempunyai akibat yang tepat.
|
Efemeral
|
Tidak kekal,
hanya bersifat sesaat
|
Efisien
|
Dengan tenaga
dan biaya yang tersedia mendapat hasil sebesar-besarnya.
|
Eksekusi
|
Pelaksanaan
putusan hakim, khususnya hukuman mati.
|
Elektabilitas
|
Kepemilihan yang
diakibatkan popularitas tinggi.
|
Empati
|
Keadaan mental
yg membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan
perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain.
|
Empiris
|
Bentuk
pengalaman yang diperoleh melalui penghayatan.
|
Enigma
|
Orang atau
sesuatu yang merupakan teka-teki.
|
Etos
|
Pandangan hidup
|
Eunoia
|
Pemikiran yang
indah, pikiran yang baik
|
Exogen/eksogen
|
Adalah faktor
dari luar.
|
Faktor
|
hal yang
mempunyai pengaruh untuk menentukan bentuk suatu kejadian
|
Faqih/fakih
|
Orang/tokoh yang
ahli dalam ilmu fikih
|
Fenomena
|
Suatu fakta,
peristiwa atau keadan yang dapat diamati; gejala.
|
Fisiognomi
|
Melihat watak
seseorang dari bentuk dan ciri-ciri wajah.
|
Flegmatis
|
Bertemperamen
lamban
|
Fundamental
|
Bersifat dasar
(pokok) atau mendasar.
|
Futuristis
|
Menuju masa
depan
|
Gawai
|
Gawai adalah kata yang digunakan untuk
menggantikan kata gadget. Gawai juga memiliki arti sebagai perkakas atau
alat.
|
Gemintang
|
Peta bintang
atau rasi bintang
|
Grasi
|
Pengampunan
hukuman dari presiden
|
Habit
|
Suatu kebiasaan
yang dapat mempengaruhi sikap jasmani dan rohani.
|
Hakikat
|
Kebenaran,
kenyataan yang sebenarnya.
|
Hegemoni
|
Pengaruh Kepemimpinan
|
Heroisme
|
Jiwa
kepahlawanan
|
Hipotesis/hipotesa
|
Dugaan atau
jawaban sementara.
|
Ideal
|
Cita-cita,
impian hidup utama yang diangan-angankan.
|
Ideologi
|
Cita-cita yang
merupakan salah satu sistem politik, paham kepercayaan.
|
Idiom
|
Konstruksi yang
maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya.
|
Implikasi
|
Keterlibatan
atau hal yang mengandung sesuatu.
|
Impromptu
|
Dadakan atau
tanpa persiapan
|
Improvisasi
|
Kemahiran
spontan tanpa dipelajari dan tanpa persiapan terlebih dahulu.
|
Impulsif
|
Suatu keadaan
yang memberi respons terhadap atau stimulus yang diterimanya secara
tiba-tiba.
|
Inkubasi
|
Proses Penentasan
|
Insomnia
|
Tidak bisa tidur
|
Integritas
|
Mutu, sifat,
atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yg utuh sehingga memiliki potensi dan
kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran.
|
Interpolasi
|
Penyisipan angka dalam suatu deret
|
Intrik
|
Penyebaran Kabar Bohong
|
Jambore
|
Pertemuan Resmi
|
Justifikasi
|
Pembenaran/dasar
pembenaran.
|
Kapabilitas
|
Kemampuan/kecakapan.
|
Kapling
|
Tanah yang sudah
dipetak-petak
|
Karnivora
|
Hewan pemakan
daging
|
Kartografi
|
Ilmu Pemetaan
|
Katastrope
|
Malapetaka Besar
|
Kolega
|
Teman sejawat
(kata benda).
|
Kolegial
|
Teman sejawat
(kata sifat).
|
Kolokium
|
Pertemuan Keahlian
|
Kolong
|
Rongga di bawah
rumah
|
Komedi Tunggal
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk stand up comedy, yaitu komedi perorangan yang menceritakan
hal-hal lucu di atas panggung.
|
Komprehensif
|
Luas/meliputi
banyak hal/pemahaman
|
Komunike
|
Pemberitahuan Resmi
|
Konspirasi
|
Kongkalikong/sekongkol/persekongkolan.
|
Kontinuitas
|
Kelanjutan atau
keberlangsungan.
|
Konvensi
|
Rapat atau
persetujuan
|
Kredibel
|
Sikap dapat dipercaya.
|
Kredibilitas
|
Dapat dipercaya
|
Kredo
|
Pernyataan Keyakinan
|
Kudeta
|
Perebutan
kekuasaan
|
Kulacino
|
Bekas air di
meja akibatgelas dingin atau basah
|
Kulminasi
|
Tingkatan Tertinggi
|
Lakuna
|
Ruang kosong
atau bagian yang hilang
|
Lebai
|
Pengurus Masjid
|
Legitimasi
|
Keabsahan atau
sesuatu yang membuat sah
|
Luring
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk offline, (luring singkatan dari luar jaringan).
|
Maladiva
|
Nama gugus kepulauan atol
|
Mangata
|
Bayangan bulan
di air yang berbentuk seperti jalan
|
Marcapada
|
Dunia Nyata
|
Mekanisme
|
Alat, cara, atau
prinsip.
|
Meraki
|
Melakukan
sesuatu dengan cinta, kreativitas dan sepenuh jiwa
|
Narahubung
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk contact person, yaitu orang yang menjadi penghubung dan
memberikan informasi yang dibutuhkan oleh orang lain yang membutuhkan dalam
suatu even atau peristiwa.
|
Notabene
|
Catatan Tambahan
|
Ontologi
|
Cabang ilmu
filsafat yang berhubungan dengan hakikat hidup dan bersifat kebendaan di alam
semesta
|
Otodidak
|
Mendidik diri
sendiri tanpa bantuan orang lain (guru).
|
Panasea
|
Obat bagi semua
penyakit atau kesulitan
|
Pancarona
|
Beragam warna
|
Paradigma
|
Kerangka
berpikir
|
Pedagogik
|
Kemampuan
mendidik.
|
Peladen
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk server
|
Pelantang
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk Microphone, atau pengeras suara.
|
Petrikor
|
Aroma harum
tanah kering saat terkena hujan
|
Pledoi
|
Pembelaan Terdakwa
|
Portofon
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk Handy Talkie (atau HT), radio dua arah.
|
Pramusiwi
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk babysitter, penjaga dan pengasuh bayi.
|
Pranala
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk hyperlink atau link,
|
Pratayang
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk preview, yaitu tayangan untuk memberikan informasi terkait
even, kejadian, atau tayangan yang akan terjadi.
|
Premi
|
Iuran
pertanggungan asuransi
|
Pro bono
|
Melakukan suatu
pekerjaan tanpa imbalan/upah, untuk kepentingan publik.
|
Prominensia
|
Orang yang terkemuka
|
Promosi
|
Kenaikan Pangkat
|
Prudensial
|
Bersifat bijaksana
|
Rapel
|
Pembayaran
sekaligus
|
Ratifikasi
|
Pengesahan Dokumen
|
Refleksi
|
Pemikiran suatu
hal; cerminan atau gambaran.
|
Register
|
Daftar yang disusun sistematis
|
Rekonsiliasi
|
Perdamaian/perukunan
kembali
|
Rekonstruksi
|
Pembangunan
kembali
|
Renjana
|
Perasaan Atau
Niat Yang Sangat Kuat Untuk Melakukan Sesuatu
|
Renovasi
|
Pembaharuan
kembali.
|
Retorika
|
Kepandaian
berbicara.
|
Risak
|
Mengusik atau
mengganggu orang lain
|
Rundung
|
Mengganggu terus
menurus
|
Semenjan
|
Biasa-Biasa Saja
|
Senandika
|
Mengobrol Dengan
Diri Sendiri
|
Sepai
|
Pecah menjadi
kecil dan terserak kemana-mana
|
Serendipiti
|
Menemukan
sesuatu yang menyenangkan pada saat tidak bermaksud mencarinya
|
Status quo
|
Pihak yang
sedang berkuasa/keadaan saat ini.
|
Supremasi
|
Kekuasaan Tertinggi
|
Suryakanta
|
Kaca Pembesar
|
Swafoto
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk selfie, mengambil foto dengan usaha sendiri.
|
Takaluf
|
Mengutamakan
formalitas sampai menyulitkan diri sendiri
|
Taklif
|
Menyerahkan
beban yang sangat berat
|
Teologi
|
Pengetahuan
tentang ketuhanan
|
Tetikus
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk mouse.
|
Teyan
|
pengumpulan atau
pemungutan uang untuk menyumbang atau menyokong suatu kegiatan
|
Trobadur
|
Penyanyi lagu
cinta
|
Valediktorian
|
Orang yang berprestasi dalam suatu
angkatan
|
Wahana
|
Sarana Transportasi
|
Warganet
|
Istilah Bahasa
Indonesia untuk netizen, warga atau sekumpulan orang yang aktif di dunia
maya.
|
Wasana
|
Kekuatan bawah
sadar yang mempengaruhi karakter
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar