TPA Barisan
Sebelumnya telah dibahas materi tentang barisan dan deret matematika. Dalam
TPA Logika juga dikenal barisan lain yang disebut barisan logika. Perbedaan
barisan matematika dengan barisan logika adalah dalam barisan matematika
memiliki rumus yang jelas dan barisannya bersifat tunggal, yaitu dalam satu
barisan hanya terdapat satu operasi matematika berdasarkan rumus tertentu,
sedangkan pada barisan logika dalam barisan bisa mengandung lebih dari satu
barisan matematika dengan penempatan barisan yang satu dengan barisan yang lain
memiliki pola yang tetap. Ada banyak kemungkinan penyelesaian soal dalam
barisan logika, namun sebenarnya materi ini memiliki beberapa pola dasar yang
sama. Soal-soal barisan logika yang sulit sebenarnya hanya pengembangan dan
kombinasi dari pola dasar yang sudah ada.
Materi TPA Logika sub bagian barisan logika memang memerlukan kejelian
dalam memecahkan soal. Di dalam penjabaran materi berikut ini kita akan
menemukan beberapa pola pembentukan barisan logika. Pahami pola-pola yang
dijabarkan dalam penjabaran materi berikut. Tetaplah konsentrasi dalam
mengerjakan soal karena dalam soal barisan logika akan muncul soal-soal yang
pembentukannya merupakan kombinasi beberapa pola dasar yang ada.
Penjabaran Materi
Barisan logika merupakan barisan angka atau huruf yang menggunakan operasi
matematika tertentu dalam menghasilkan suku barisan selanjutnya dan dalam satu
barisan logika dapat terdiri dari lebih dari satu barisan dengan penempatan
urutan setiap barisan memiliki pola tersendiri. Jadi selain memiliki operasi
pembentukan barisan yang khusus, barisan logika juga dapat terdiri dari
beberapa barisan. Jika dalam suatu barisan logika terdiri lebih dari satu
barisan matematika, maka penempatan suku-suku barisan tersebut memiliki pola
yang tetap dan berulang-ulang. Suku barisan terakhir didapatkan dengan
melakukan operasi matematika dasar seperti perkalian, pembagian, penjumlahan,
pengurangan dan pemangkatan.
Adapun pola pembentukan barisan logika antara lain memiliki pola sebagai
berikut:
1. Barisan Bilangan Fibonacci
Bilangan Fibonacci adalah barisan
matematika yang memiliki pola dimana suku barisan selanjutnya merupakan hasil
penjumlahan dua suku barisan sebelumnya.
2. Barisan Eksponensial (Pemangkatan)
Barisan eksponensial
adalah barisan dengan pola dimana setiap suku barisan ke
adalah hasil pemangkatan dari
bilangan itu sendiri.
.
3. Barisan dengan Interval
Barisan dengan interval
adalah barisan logika yang mana di dalam barisan tersebut terdapat beberapa
barisan dan penentuan peletakan urutan barisan tersebut memiliki pola yang
tetap. Contoh soalnya adalah seperti barisan
berada pada urutan ganjil sedangkan
barisan
berada pada urutan genap dan
lain-lain. Ada beberapa pola barisan dengan interval dalam barisan logika,
untuk memahaminya kami berikan sebagian Contoh soalnya:
a. Barisan dengan Interval 
Barisan dengan interval
adalah barisan logika yang hanya
terdapat satu barisan logika dengan posisi berurutan.
b. Barisan dengan Interval 
Barisan dengan interval
adalah barisan logika yang mana
dalam satu barisan terdapat dua barisan logika dengan posisi saling menyelang
dengan urutan tertentu.
Bilangan selanjutnya
dari barisan di atas adalah
,
, dan
. Perhatikanlah angka-angka yang berada pada
urutan ganjil, angka tersebut membentuk barisan logika dengan pola angka
selanjutnya adalah hasil penjumlahan angka sebelumnya dengan angka
. Begitu juga dengan angka-angka yang
berada pada urutan genap, angka tersebut membentuk barisan logika dimana angka
selanjutnya adalah hasil penjumlahan angka sebelumnya dengan angka
. Pola penyelangan di atas tidak selalu
terpaku pada selang
suku, namun bisa juga selang dua suku
atau pada urutan dengan kelipatan tertentu.
c. Pola Interval 
Pola interval
adalah pola dimana dalam satu
barisan terdapat tiga barisan logika dengan posisi diselang
suku barisan logika.
Perhatikan barisan
logika di atas, terdapat 3 barisan logika yang posisinya beraturan. Setiap
barisan logika memiliki operasi matematikanya masing-masing.
4. Pola Barisan Kelompok
Pola barisan kelompok
adalah pola barisan logika yang setiap barisnya berada pada urutan yang
berkelompok dan terdapat operasi peralihan untuk sebagai penghubung untuk
mendapatkan suku barisan di kelompok barisan lain. Adapun pola barisan kelompok
antara lain adalah:
a. Pola Kelompok dengan Operasi Barisan Tunggal
Pola Kelompok dengan
Operasi Barisan Tunggal adalah pola kelompok yang terdiri dari satu operasi
matematika untuk setiap kelompok barisan.
Yang dimaksud barisan
kelompok adalah barisan yang berada pada suku ke
hingga suku ke
, kemudian dilanjutkan dengan suku ke
hingga suku ke
. Dalam operasi barisan logika kelompok
terdapat dua komponen utama yaitu, operasi tunggal barisan dan komponen
transisi. Dalam Contoh soal: di atas yang dimaksud dengan operasi tunggal
barisan adalah operasi
. Sedangkan operasi transisi adalah
operasi
yang akan menghasilkan angka awal
untuk kelompok barisan yang lain.
b. Pola Operasi Majemuk
Pola operasi majemuk
adalah pola yang terdiri dari beberapa operasi matematika untuk setiap kelompok
barisan.
Perhatikanlah operasi
majemuk
,
dan
adalah operasi majemuk yang
diulang-ulang untuk mendapatkan suku barisan selanjutnya.
5. Pola Barisan Logika Campuran
Pola barisan logika
campuran adalah pola barisan yang menggunakan lebih dari satu pola seperti yang
telah kita pelajari di atas. Adapun jenisnya antara lain adalah:
a. Pola Barisan Logika dengan Penyela
Pola barisan logika
dengan penyela adalah pola barisan logika yang menggunakan penyela untuk
mengecoh pembentukan pola operasi barisan logika. Biasanya pengecoh barisan
adalah angka yang sering berulang-ulang dalam barisan dan jumlah angkanya
mencolok.
Lihatlah angka
dalam barisan di atas. Angka
tersebut jumlahnya sangat mencolok
dibanding angka yang lain dan diulang-ulang dalam barisan logika. Sebuah angka
yang berulang dalam barisan logika dapat dipastikan sebagai pengecoh dalam
soal.
b. Pola Barisan Logika dengan Operasi Bertingkat
Yaitu pola barisan
logika yang mana operasi barisannya menghasilkan barisan baru sehingga
dibutuhkan lebih dari satu kali operasi barisan untuk menentukan suku barisan
selanjutnya.
Perhatikan dari operasi
barisan logika di atas menghasilkan barisan logika kembali. Kemudian barisan
logika baru yang tercipta tersebut harus kita cari pola operasinya dan
didapatkan pola operasinya adalah pola operasi pada tingkat
adalah bilangan sebelumnya dikali
.
Tips!
Penyelesaian soal barisan logika dalam Ujian PMB PKN STAN membutuhkan
kepekaan dan ketelitian dalam menganalisis setiap suku barisan. Ada beberapa
langkah mudah untuk menyelesaikan soal Ujian PMB PKN STAN yang berkaitan
barisan logika. Langkah tersebut antara lain adalah:
1. Mulailah menganalisis pola operasi barisan
dari pola interval 0.
2. Jika terdapat angka yang sama dan
berurutan (misalnya
,
,
,
,
,
) dapat dikatakan barisan logika tersebut
memiliki pola interval.
3. Analisis angka yang identik (kelipatan
yang sama, jenis bilangan yang sama atau jumlahnya berdekatan) dalam barisan
akan membantu menemukan pola barisan. Jika angka tersebut posisinya
melompat-lompat dapat dikatakan polanya adalah pola interval, jika posisinya
berkelompok dapat dikatakan polanya berkelompok.
4. Jika ada angka yang sama berulang dalam
barisan maka polanya adalah pola dengan penyela.
5. Hati-hati dengan pola operasi barisan
untuk mendapatkan suku barisan selanjutnya.
a. Operasi menambah jumlah
,
, 
b. Operasi mengurangi jumlah
,
, 
6. Jika menemui kasus seperti ini maka kamu
harus menganalisis pola operasi barisan mulai dari suku pertama hingga suku ke
untuk mendapatkan kepastian apakah
pola operasi tersebut adalah penjumlahan, perkalian, pemangkatan, pengurangan,
pembagian atau akar kuadrat.
7. Barisan logika dengan menggunakan huruf
prinsip dasarnya sama dengan barisan logika dengan angka. Yang perlu kita
lakukan untuk menyelesaikan barisan ini adalah mengubah huruf tersebut menjadi
angka berdasarkan urutannya. (
,
,
, …,
).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar