Bersyukur
Dapat Merubah Dunia
Toni S Nugroho
Sebuah perkampungan dipinggir kota Jakarta tepatnya di cengkareng hidup seorang
remaja putri yang dikenal bernama Sinar, ya siapa lagi yang tidak kenal dengan
gadis penjual nasi uduk yang menjajakan dagangannya sehabis ia pulang sekolah,
tepatnya di sore hari disekitar tempat tinggalnya, rutinitas kegiatan setiap
harinya tak ia lewatkan untuk membantu ibunya berdagang, sebab ia tidak mau
membuat ibunya lelah, maklum saja ia sudah ditinggalkan ayahandanya sejak ia
berumur 5 tahun.
Meskipun fajar belum bersinar dari ufuk timur dan suara adzan shubuh belum
terdengar, nampaknya sinar telah bangun untuk membantu ibunya membereskan rumah
seperti mencuci piring, menyapu serta
mengepel lantai. Setelah itu ia langsung bergegas untuk mandi dan menunaikan
sholat subuh. Sebelum ia berangkat sekolah, tak lupa ia sarapan pagi hasil
masakannya dengan menu yang seadanya, namun ia tetap bersyukur karena dengan
begitu ia dapat mengurangi uang jajan dan tidak membuat ibunya terbebani.
“Ibu Sinar mau
berangkat sekolah” ucap Sinar dengan ceria.
“Iya nak, maaf
ya ibu hanya ada uang Rp.5000,00- saja, ini hanya cukup untuk ongkos
transportasi” ucap ibunya Sinar dengan merautkan wajah.
“Iya ibu, tidak
apa-apa ini ini juga sudah cukup” ucap Sinar dengan senyuman.
“terima kasih ya
nak kamu sudah mengerti dengan keadaan ibu” ucap ibunya Sinar.
Setelah itu Sinar langsung mencium tangan ibunya dan berpamitan untuk berangkat
kesekolah. Di jalan Sinar ternyata tidak menumpangi angkot tetapi ia memilih
berjalan kaki hingga ke sekolahnya, padahal jarak kesekolahnya cukup jauh
sekitar 5 km, ia merasa berjalan kaki itu lebih menyehatkan ketimbang harus
menaiki angkot, lagipula ia berangkat lebih pagi sehingga ia tidak akan khawatir
jika terlambat, dan juga dapat berhemat karena uang jajannya ia tabung.
Setelah ia berjalan kaki, ia akhirnya sampai kesekolah tepat bel berbunyi,
dengan semangat ia langsung duduk dikelas dan siap menerima materi pelajaran.
Ting..ting..ting.. bel istirahat pun berbunyi, disaat seluruh murid keluar
kelas dan menuju ke kantin, namun tidak dengan sinar, ia lebih memilih untuk
pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, karena bagi ia jajan hanya akan
menghabiskan uang dan membebani orang tua.
Di perpustakaan Sinar dengan serius membaca buku pelajaran seperti Fisika,
Kimia, Biologi, Akuntansi, Ekonomi, Sastra Bahasa Inggris, Sastra Arab, dan
Sastra Perancis. makanya tidak heran jika ia termasuk murid pintar dikelasnya
bahkan disekolahnya. Saat ia fokus membaca tiba-tiba andre si kacamata teman
sekelasnya menyapa sinar.
“Sinaarrr...”
Sapa Andre dengan tepukan ke punggung sinar.
“ Andre, kamu
ini membuat aku kaget saja, ada apa andre tumben kamu deketin aku?” candaan Sinar.
“Emmh aku hanya
ingin nanya, kenapa engkau disaat istrahat selalu membaca buku dan tidak pergi
ke kantin layaknya teman-teman kita?” tanya Andre dengan heran.
“Buat apa jajan
menghabiskan uang orang tua kita? Lebih baik uangnya ditabung, karena aku
merasakan sendiri betapa sulitnya mencari uang” jawab Sinar dengan lancar.
“Oh seperti itu,
sekarang aku sudah mengerti apa alasanmu sinar” ucap Andre.
Setelah bersekolah selama sekitar ¾ siang hari, ia pun pulang ke rumah, sama
seperti saat ia berangkat pulangnya pun berjalan kaki, makanya sinar selain
dikenal pintar, ramah, baik, pandai bersyukur, ia juga jarang sakit karena
kebiasaan sehatnya yaitu berjalan kaki, sesampainya dirumah ia langsung
berganti pakaian dan bergegas untuk membantu ibunya berjualan.
Kegiatan itu begitu terus ia lakukan dan ia jadikan rutinitas aktifitasnya
selama bertahun-tahun, berkat ketekunan dan kerja kerasnya, setelah ia lulus
sekolah ia langsung masuk ke perguruan tinggi negeri dan juga ia dapat
memberangkatkan ibunya berserta dirinya untuk pergi ke mekah menunaikan ibadah
haji berkat tabungan yang ia dan ibunya miliki selama bertahun-tahun dan
buahnya dapat ia rasakan sekarang ini yaitu dapat melihat keindahan dunia
melalui perjalanan ke tanah suci. Demikianlah dengan bersyukur kita dapat merubah
dunia, Sudah saatnya kita untuk bersyukur mulai hari ini karena nikmatnya dapat
kita rasakan dikemudian hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar