Sabtu, 21 September 2019

Materi TPA Bacaan

TPA Bacaan

TPA verbal bagian Bacaan (tes bacaan) adalah alternatif dari sub Ujian PMB PKN STAN bagian Bahasa Indonesia yang tidak relevan lagi sejak tahun 2009. Kemampuan yang dieksplorasi dalam ujian paragraf adalah kemampuan peserta ujian dalam membaca, membaca dan memahami suatu bacaan serta menunjukkan informasi dalam bacaan yang diinginkan oleh pembuat soal. Tes Bacaan menuntut peserta ujian untuk memahami dengan baik bacaan yang dijadikan referensi pertanyaan dalam ujian.

Penjabaran Materi
1.     Pengertian Paragraf
Paragraf adalah susunan dari beberapa kalimat yang memiliki satu pokok pikiran yang sama. Paragraf umumnya terdiri dari kalimat utama dan kalimat penjelas. Fungsi dari sebuah paragraf adalah penjelasan dari sebuah pokok pikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Dalam Paragraf kita mengenal beberapa jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya. Namun dalam ujian paragraf adalah analisis dari pokok pikiran paragraf karena pertanyaan dalam ujian paragraf selalu merujuk pada isi paragraf, bukan merujuk jenis paragraf.

2.     Pola Paragraf
Adapun berdasarkan letak kalimat utamanya paragraf terbagi menjadi:
a.      Jenis Paragraf Induktif
Yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. Paragraf ini diawali oleh kalimat-kalimat pengantar berupa kalimat penjelas kemudian ditarik kesimpulan di akhir paragraf.

b.     Jenis Paragraf Deduktif
Yaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Paragraf ini diawali oleh kalimat utama paragraf kemudian diikuti kalimat penjelas.

c.      Jenis Paragraf Campuran (Induktif - Deduktif)
Yaitu paragraf yang letak kalimat utamanya terletak di awal dan di akhir paragraf. Paragraf dibuka oleh kalimat utama di awal paragraf dan diikuti kalimat penjelas, kemudian di akhir paragraf ditekankan lagi kesimpulan yang berupa kalimat utama paragraf.

d.     Jenis Paragraf Kalimat Utama Menyebar
Yaitu paragraf yang kalimat utamanya menyebar di seluruh bagian paragraf. Untuk menarik kesimpulan dari pola paragraf dengan kalimat utama menyebar kamu harus menganalisis esensi dari pokok yang dibahas dalam paragraf.

3.     Model Membaca Cepat
Soal-soal ujian paragraf adalah salah satu soal yang paling banyak menghabiskan “jatah” waktu peserta ujian. ujian paragraf juga sering dipandang sebagai ujian yang menyebalkan karena banyak peserta yang terjebak dalam pola pikir “baca paragraf lalu jawab soalnya, baca lagi dan jawab lagi berulang-ulang”. Karena dalam ujian waktu yang disediakan untuk menjawab soal adalah terbatas, maka perlu suatu trik khusus untuk menghemat waktu membaca dan mengerjakan soal ujian verbal. Trik tersebut adalah trik membaca cepat yang dapat membantu menghemat waktu peserta ujian dalam menyelesaikan ujian paragraf tersebut.

Ada 3 model yang biasa digunakan dalam membaca cepat:
a.      Model line by line (garis per garis)
Membaca model ini kata/kalimat dalam bacaan dibaca secara berurutan dari baris pertama hingga baris terakhir. Model ini biasanya digunakan untuk bacaan padat, materi yang relatif baru, atau banyak menggunakan kata-kata atau istilah asing.

b.     Model spiral
Ketika membaca kita tidak membaca seluruh bacaan tapi dengan cara zig-zag seperti spiral. Penggabungan kata/kalimat dalam bacaan menggunakan rasio dan pemikiran kita sehingga kita menyimpulkan sendiri dari kata-kata kunci yang dibaca.

c.      Model melingkar (mencari kata kunci)
Di sini pembaca tidak membaca semua kata/kalimat dalam bacaan tapi mencari kata kunci. Kata-kata kunci ini menjadi acuan untuk memahami isi bacaan dan dihubungkan melalui logika dan pemikiran pembaca. Model ini biasanya digunakan untuk membaca informasi yang sifatnya ringan, misalnya Koran, majalah, dll.

4.     Teknik membaca cepat
Secara umum ada 2 teknik membaca cepat, yaitu:
a.      Membaca dengan Teknik Scanning
Membaca tatap (scanning) atau disebut juga dengan memindai adalah membaca sangat cepat. Ketika seseorang membaca memindai, dia akan melampaui banyak kata. Menurut Mikulecky Jeffries (dalam Farida Rahim, 2005), Teknik scanning ini penting dilaukan dan dikuasai untuk bisa menguasai beberapa informasi sekaligus dalam waktu cepat. Kalau kita biasa membaca dengan tidak melewati kata per kata dalam kalimat, maka membaca dengan menggunakan metode scanning ini bisa memahami bacaan dengan lebih cepat. Tapi, membaca cepat dengan cara memindai ini tidak asal digunakan. Jika untuk membaca buku teks, puisi, surat penting dari ahli hukum, dan sebagainya, perlu lebih detil dalam membacanya.

Teknik membaca Scanning atau memindai berarti mencari informasi spesifik secara cepat dan akurat. Memindai artinya terbang di atas halaman-halaman buku. Membaca dengan teknik memindai artinya menyapu halaman buku untuk menemukan sesuatu yang diperlukan. Scanning berkaitan dengan menggerakan mata secara cepat keseluruh bagian halaman tertentu untuk mencari kata dan frasa tertentu.

Teknik membaca dengan teknik memindai atau scanning ini menggunakan gerakan mata secara cepat seperti menyapu di atas bacaan/buku, sehingga ketika menemukan sebuah informasi yang penting maka mata akan berhenti. Teknik scanning membuat kamu bisa membaca cepat dan menghabiskan banyak bacaan dalam sehari.

Langkah-Langkah dalam teknik membacascanning:
1)     Perhatikan penggunaan urutan seperti "angka", "huruf", "langkah", "pertama", "kedua", atau "selanjutnya".
2)     Terkadang penulis menempatkan kata kunci di batas paragraf.

Langkah dalam teknik membaca scanningyang lain yakni:
1)     Menggerakkan mata cepat seperti anak panah, dari atas langsung kebawah.
2)     Setelah ditemukan sebuah berita yang dianggap penting, maka kecepatan diperlambat untuk menemukan keterangan lengkap dari informasi yang dicari, dan
3)     Pembaca dituntut memiliki pemahaman yang baik berkaitan dengan karakteristik yang dibaca (misalnya, kamus disusun secara alfabetis dan ada keyword di setiap halaman bagian kanan atas, ensiklopedi disusun secara alfabetis dengan pembalikan untuk istilah yang terdiri dari dua kata, dan sebagainya).

b.     Membaca dengan Teknik Skimming
Membaca Skimming adalah membaca dengan melayap cepat untuk mengetahui isi umum atau bagian suatu bacaan. (Farida Rahim, 2005). Membaca layap perlu dilakukan untuk mengetahui sudut pandang penulis tentang sesuatu, dan menemukan pola organisasi paragraf, dan menemukan gagasan umum dengan cepat (Mikulecky & Jeffries dalam Farida Rahim, 2005).

Skimming juga bisa dijelaskan dengan membaca sekilas atau membaca cepat untuk mendapatkan suatu informasi dari yang kita baca. Skimming dilakukan untuk melakukan pembacaan cepat secara umum dalam suatu bahan bacaan. Dalam skimming, proses membaca dilakukan secara melompat-lompat dengan melihat pokok-pokok pikiran utama dalam bahan bacaan sambil memahami tema besarnya.

Selain untuk mendapatkan gagasan utama dari sebuah teks. Untuk mengetahui apakah suatu artikel sesuai dengan apa yang kita cari. Untuk menilai artikel tersebut, apakah menarik untuk dibaca lebih lanjut secara mendetail. Kecepatan membaca secara skimming biasanya sekitar 3-4 kali lebih cepat dari membaca biasa.

Langkah-langkah dalam teknik membacaskimming:
1)     Baca judul, sub judul dan subheading untuk mencari tahu apa yang dibicarakan teks tersebut.
2)     Perhatikan ilustrasi sebuah tulisan seperti (gambar atau foto), ini bertujuan agar Anda mendapatkan informasi lebih jauh tentang topik tersebut.
3)     Baca pada awal dan akhir kalimat setiap paragraf.
4)     Metode ini tidak membaca kata per kata. Biarkan mata Anda melakukan skimming kulit luar sebuah teks. Carilah kata kunci.
5)     Lanjutkan dengan berpikir mengenai arti teks tersebut.

5.     Jenis Bacaan
Jenis bacaan dikategorikan sebagai berikut:
a.      Berita
Jenis bacaan berita adalah jenis bacaan yang menyampaikan suatu peristiwa yang terjadi dengan sistematika yang runut dan detail. Biasanya bacaan jenis ini menyampaikan informasi berupa fakta, pendapat, dan unsur 5W+1H.

b.     Esai
Esai adalah jenis bacaan yang bertujuan untuk menyampaikan pemikiran seseorang tentang suatu topik. Esai dapat disusun secara subjektif ataupun objektif. Gaya bahasa esai juga menyesuaikan dengan gaya bahasa penulisnya.

c.      Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah adalah jenis bacaan yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian pada bidang tertentu. Artikel ilmiah biasanya membahas suatu topik tertentu yang sangat sistematis. Pada jenis bacaan ini, biasanya banyak mengandung istilah-istilah khusus di bidang ilmu pengetahuan.

d.     Sastra
Sastra adalah jenis bacaan yang mengikuti kaidah-kaidah tata bahasa. Jenis bacaan ini dapat berupa puisi, cerita pendek, cerita fiksi, dongeng, dll. Biasanya jenis bacaan sastra mengangkat hal-hal yang bersifat fiksi ataupun fantasi yang disampaikan dengan gaya tata bahasa yang tinggi.

6.     Jenis Pertanyaan dalam Soal Tes Bacaan
Jenis-jenis pertanyaan yang sering muncul dalam tes bacaan dalam TPA verbal adalah:
a.      Tema, Topik atau Pokok Pikiran Bacaan
Tema, topik, atau pokok pikiran adalah klasifikasi subjek yang dibahas dan dijelaskan secara meluas di dalam bacaan.
Contoh:
Apakah tema dari bacaan di atas?

b.     Judul Bacaan
Judul bacaan adalah kesimpulan turunan dari tema, topik, atau pokok pikiran bacaan yang mencerminkan peristiwa yang dibahas di dalam bacaan.
Contoh:
Apakah judul bacaan yang tepat untuk bacaan di atas?

c.      Kesimpulan Bacaan
Kesimpulan bacaan adalah hal-hal bermanfaat yang dapat disimpulkan dari bacaan.
Contoh:
Apakah kesimpulan yang didapatkan dari bacaan di atas?

d.     Inti Paragraf
Inti paragraf adalah topik utama yang dijelaskan di dalam paragraf, dapat berupa kalimat yang terletak di awal, tengah, akhir, atau menyebar di paragraf.
Contoh:
Apakah inti dari paragraf ketiga pada bacaan di atas?

e.      Pencarian Informasi
Pencarian informasi adalah proses mencocokan antara informasi yang terdapat dalam pilihan jawaban dengan informasi yang terdapat di dalam bacaan.
Contoh:
Manakah di antara jawaban berikut merupakan pernyataan yang benar berdasarkan bacaan di atas?

f.       Menemukan Kekeliruan
Menemukan kekeliruan adalah proses mencari informasi yang terdapat dalam pilihan jawaban yang tidak terdapat di dalambacaan.
Contoh:
Manakah di antara jawaban berikut yang tidak benar berdasarkan bacaan di atas?

g.     Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah gaya penyampaian yang dibuat penulis dalam bacaan. Contoh gaya bahasa adalah naratif, deskriptif, berita, sarkastik, hiperbolis, optimis, pesimis, dll.
Contoh:
Bagaimana gaya bahasa yang disampaikan oleh penulis di dalam bacaan di atas?

h.     Pencarian Fakta
Pencarian fakta adalah proses pencarian peristiwa atau kejadian yang benar-benar terjadi dan disampaikan secara jelas di dalam bacaan yang bersifat objektif.
Contoh:
Berdasarkan bacaan di atas, manakah di antara pilihan jawaban yang merupakan fakta?

i.       Pencarian Opini
Pencarian fakta adalah proses pencarian pendapat orang lain atas peristiwa atau kejadian yang dijelaskan dalam bacaan yang bersifat subjektif.
Contoh:
Berdasarkan bacaan di atas, manakah di antara pilihan jawaban yang merupakan opini?

Contoh soal:
Durian rasanya lezat sehingga disukai banyak orang. Karena kelezatannya itu membuat orang terkadang makan berlebihan. Durian mengandung berbagai zat gizi. Apabila dikonsumsi secara berlebihan maka dapat mengakibatkan mabuk. Bila kamu mengalami mabuk durian, atasi dengan cara berikut. Ambil segelas air putih hangat, beri satu sendok makan garam, aduk dan minum. Secara berangsur-angsur mabuk akan mereda.
Pernyataan yang sesuai dengan bacaan adalah ...
A.   Semua orang suka durian
B.   Makan garam dapat mengatasi mabuk
C.   Larutan air garam dapat mengatasi mabuk durian
D.   Mabuk durian dapat diatasi dengan seketika
E.   Mabuk durian lebih mengenakkan ketimbang mabuk cinta

Jawaban:
C.   Larutan air garam dapat mengatasi mabuk durian.
Lihat pilihan A, dalam paragraf pernyataan yang benar adalah durian disukai banyak orang, bukan semua orang, berarti ada beberapa orang yang tidak suka durian. Pilihan B makan garam dapat mengatasi mabuk tidak sesuai dengan paragraf dan pilihan D Mabuk durian dapat diatasi dengan seketika tidak sesuai dengan kalimat terakhir yang menjelaskan bahwa mabuk durian dapat diatasi secara berangsur-angsur.

Tips!
Berikut ini adalah langkah-langkah utama yang harus kalian jalankan untuk menyelesaikan soal tes Bacaan dalam TPA Verbal:
1.     Terlebih dahulu cari dan tentukan pokok pikiran atau tema bacaan.
2.     Bacalah dulu pertanyaan dan seluruh pilihan jawaban dan pahami dengan baik, baru kemudian baca paragrafnya. Langkah ini lebih efektif dan efisien.
3.     Temukan kalimat utama setiap paragraf dan jika memungkinkan ingatlah atau tandai kalimat utama setiap paragraf.
4.     Gunakanlah informasi/pernyataan yang terdapat dalam paragraf. Jangan pernah mengambil informasi atau pernyataan yang tidak terdapat dalam paragraf walaupun informasi/pernyataan tersebut kelihatan akurat dan valid.
5.     Tidak perlu mengingat seluruh informasi dalam paragraf. Ingat saja poin-poin penting dalam paragraf.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Genesis

Awal Ceritaku

Awal Cerita             Universitas Jambi. Ya, Universitas yang akan ku tempuh selama kurang lebih 4 tahun ke depan. Aku sangat bersyuku...

Helping Others