TPA Bacaan
TPA verbal bagian Bacaan (tes bacaan) adalah alternatif dari sub Ujian PMB
PKN STAN bagian Bahasa Indonesia yang tidak relevan lagi sejak tahun 2009.
Kemampuan yang dieksplorasi dalam ujian paragraf adalah kemampuan peserta ujian
dalam membaca, membaca dan memahami suatu bacaan serta menunjukkan informasi
dalam bacaan yang diinginkan oleh pembuat soal. Tes Bacaan menuntut peserta
ujian untuk memahami dengan baik bacaan yang dijadikan referensi pertanyaan
dalam ujian.
Penjabaran Materi
1. Pengertian Paragraf
Paragraf adalah susunan
dari beberapa kalimat yang memiliki satu pokok pikiran yang sama. Paragraf
umumnya terdiri dari kalimat utama dan kalimat penjelas. Fungsi dari sebuah
paragraf adalah penjelasan dari sebuah pokok pikiran yang dituangkan dalam
bentuk tulisan. Dalam Paragraf kita mengenal beberapa jenis paragraf
berdasarkan letak kalimat utamanya. Namun dalam ujian paragraf adalah analisis
dari pokok pikiran paragraf karena pertanyaan dalam ujian paragraf selalu
merujuk pada isi paragraf, bukan merujuk jenis paragraf.
2. Pola Paragraf
Adapun berdasarkan letak
kalimat utamanya paragraf terbagi menjadi:
a. Jenis Paragraf Induktif
Yaitu paragraf yang
kalimat utamanya terletak di akhir paragraf. Paragraf ini diawali oleh
kalimat-kalimat pengantar berupa kalimat penjelas kemudian ditarik kesimpulan
di akhir paragraf.
b. Jenis Paragraf Deduktif
Yaitu paragraf yang
kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Paragraf ini diawali oleh kalimat
utama paragraf kemudian diikuti kalimat penjelas.
c. Jenis Paragraf Campuran
(Induktif - Deduktif)
Yaitu paragraf yang
letak kalimat utamanya terletak di awal dan di akhir paragraf. Paragraf dibuka
oleh kalimat utama di awal paragraf dan diikuti kalimat penjelas, kemudian di
akhir paragraf ditekankan lagi kesimpulan yang berupa kalimat utama paragraf.
d. Jenis Paragraf Kalimat Utama Menyebar
Yaitu paragraf yang
kalimat utamanya menyebar di seluruh bagian paragraf. Untuk menarik kesimpulan
dari pola paragraf dengan kalimat utama menyebar kamu harus menganalisis esensi
dari pokok yang dibahas dalam paragraf.
3. Model Membaca Cepat
Soal-soal ujian paragraf
adalah salah satu soal yang paling banyak menghabiskan “jatah” waktu peserta
ujian. ujian paragraf juga sering dipandang sebagai ujian yang menyebalkan
karena banyak peserta yang terjebak dalam pola pikir “baca paragraf lalu jawab
soalnya, baca lagi dan jawab lagi berulang-ulang”. Karena dalam ujian waktu
yang disediakan untuk menjawab soal adalah terbatas, maka perlu suatu trik
khusus untuk menghemat waktu membaca dan mengerjakan soal ujian verbal. Trik
tersebut adalah trik membaca cepat yang dapat membantu menghemat waktu peserta
ujian dalam menyelesaikan ujian paragraf tersebut.
Ada 3 model yang biasa
digunakan dalam membaca cepat:
a. Model line by line (garis per garis)
Membaca model ini
kata/kalimat dalam bacaan dibaca secara berurutan dari baris pertama hingga
baris terakhir. Model ini biasanya digunakan untuk bacaan padat, materi yang
relatif baru, atau banyak menggunakan kata-kata atau istilah asing.
b. Model spiral
Ketika membaca kita
tidak membaca seluruh bacaan tapi dengan cara zig-zag seperti spiral.
Penggabungan kata/kalimat dalam bacaan menggunakan rasio dan pemikiran kita
sehingga kita menyimpulkan sendiri dari kata-kata kunci yang dibaca.
c. Model melingkar (mencari
kata kunci)
Di sini pembaca tidak
membaca semua kata/kalimat dalam bacaan tapi mencari kata kunci. Kata-kata
kunci ini menjadi acuan untuk memahami isi bacaan dan dihubungkan melalui
logika dan pemikiran pembaca. Model ini biasanya digunakan untuk membaca
informasi yang sifatnya ringan, misalnya Koran, majalah, dll.
4. Teknik membaca cepat
Secara umum ada 2 teknik
membaca cepat, yaitu:
a. Membaca dengan Teknik
Scanning
Membaca tatap (scanning)
atau disebut juga dengan memindai adalah membaca sangat cepat. Ketika seseorang
membaca memindai, dia akan melampaui banyak kata. Menurut Mikulecky Jeffries
(dalam Farida Rahim, 2005), Teknik scanning ini penting dilaukan dan dikuasai
untuk bisa menguasai beberapa informasi sekaligus dalam waktu cepat. Kalau kita
biasa membaca dengan tidak melewati kata per kata dalam kalimat, maka membaca
dengan menggunakan metode scanning ini bisa memahami bacaan dengan lebih cepat.
Tapi, membaca cepat dengan cara memindai ini tidak asal digunakan. Jika untuk
membaca buku teks, puisi, surat penting dari ahli hukum, dan sebagainya, perlu
lebih detil dalam membacanya.
Teknik membaca Scanning atau memindai berarti mencari informasi spesifik
secara cepat dan akurat. Memindai artinya terbang di atas halaman-halaman buku.
Membaca dengan teknik memindai artinya menyapu halaman buku untuk menemukan
sesuatu yang diperlukan. Scanning berkaitan dengan menggerakan mata secara
cepat keseluruh bagian halaman tertentu untuk mencari kata dan frasa tertentu.
Teknik membaca dengan
teknik memindai atau scanning ini menggunakan gerakan mata secara cepat seperti
menyapu di atas bacaan/buku, sehingga ketika menemukan sebuah informasi yang
penting maka mata akan berhenti. Teknik scanning membuat kamu bisa membaca
cepat dan menghabiskan banyak bacaan dalam sehari.
Langkah-Langkah dalam teknik membacascanning:
1) Perhatikan penggunaan urutan seperti
"angka", "huruf", "langkah", "pertama",
"kedua", atau "selanjutnya".
2) Terkadang penulis menempatkan kata kunci
di batas paragraf.
Langkah dalam teknik membaca scanningyang lain yakni:
1) Menggerakkan mata cepat seperti anak
panah, dari atas langsung kebawah.
2) Setelah ditemukan sebuah berita yang
dianggap penting, maka kecepatan diperlambat untuk menemukan keterangan lengkap
dari informasi yang dicari, dan
3) Pembaca dituntut memiliki pemahaman yang
baik berkaitan dengan karakteristik yang dibaca (misalnya, kamus disusun secara
alfabetis dan ada keyword di setiap halaman bagian kanan atas, ensiklopedi
disusun secara alfabetis dengan pembalikan untuk istilah yang terdiri dari dua
kata, dan sebagainya).
b. Membaca dengan Teknik Skimming
Membaca Skimming adalah
membaca dengan melayap cepat untuk mengetahui isi umum atau bagian suatu
bacaan. (Farida Rahim, 2005). Membaca layap perlu dilakukan untuk mengetahui
sudut pandang penulis tentang sesuatu, dan menemukan pola organisasi paragraf,
dan menemukan gagasan umum dengan cepat (Mikulecky & Jeffries dalam Farida
Rahim, 2005).
Skimming juga bisa
dijelaskan dengan membaca sekilas atau membaca cepat untuk mendapatkan suatu
informasi dari yang kita baca. Skimming dilakukan untuk melakukan pembacaan
cepat secara umum dalam suatu bahan bacaan. Dalam skimming, proses membaca
dilakukan secara melompat-lompat dengan melihat pokok-pokok pikiran utama dalam
bahan bacaan sambil memahami tema besarnya.
Selain untuk mendapatkan
gagasan utama dari sebuah teks. Untuk mengetahui apakah suatu artikel sesuai
dengan apa yang kita cari. Untuk menilai artikel tersebut, apakah menarik untuk
dibaca lebih lanjut secara mendetail. Kecepatan membaca secara skimming
biasanya sekitar 3-4 kali lebih cepat dari membaca biasa.
Langkah-langkah dalam teknik membacaskimming:
1) Baca judul, sub judul dan subheading untuk
mencari tahu apa yang dibicarakan teks tersebut.
2) Perhatikan ilustrasi sebuah tulisan
seperti (gambar atau foto), ini bertujuan agar Anda mendapatkan informasi lebih
jauh tentang topik tersebut.
3) Baca pada awal dan akhir kalimat setiap
paragraf.
4) Metode ini tidak membaca kata per kata.
Biarkan mata Anda melakukan skimming kulit luar sebuah teks. Carilah kata kunci.
5) Lanjutkan dengan berpikir mengenai arti
teks tersebut.
5. Jenis Bacaan
Jenis bacaan dikategorikan sebagai berikut:
a. Berita
Jenis bacaan berita adalah jenis bacaan yang menyampaikan suatu peristiwa
yang terjadi dengan sistematika yang runut dan detail. Biasanya bacaan jenis
ini menyampaikan informasi berupa fakta, pendapat, dan unsur 5W+1H.
b. Esai
Esai adalah jenis bacaan yang bertujuan untuk menyampaikan pemikiran
seseorang tentang suatu topik. Esai dapat disusun secara subjektif ataupun objektif.
Gaya bahasa esai juga menyesuaikan dengan gaya bahasa penulisnya.
c. Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah adalah jenis bacaan yang bertujuan untuk mempublikasikan
hasil penelitian pada bidang tertentu. Artikel ilmiah biasanya membahas suatu
topik tertentu yang sangat sistematis. Pada jenis bacaan ini, biasanya banyak
mengandung istilah-istilah khusus di bidang ilmu pengetahuan.
d. Sastra
Sastra adalah jenis bacaan yang mengikuti kaidah-kaidah tata bahasa. Jenis
bacaan ini dapat berupa puisi, cerita pendek, cerita fiksi, dongeng, dll.
Biasanya jenis bacaan sastra mengangkat hal-hal yang bersifat fiksi ataupun
fantasi yang disampaikan dengan gaya tata bahasa yang tinggi.
6. Jenis Pertanyaan dalam Soal Tes Bacaan
Jenis-jenis pertanyaan
yang sering muncul dalam tes bacaan dalam TPA verbal adalah:
a. Tema, Topik atau Pokok Pikiran Bacaan
Tema, topik, atau pokok pikiran adalah klasifikasi subjek yang dibahas dan
dijelaskan secara meluas di dalam bacaan.
Contoh:
Apakah tema dari bacaan di atas?
b. Judul Bacaan
Judul bacaan adalah kesimpulan turunan dari tema, topik, atau pokok pikiran
bacaan yang mencerminkan peristiwa yang dibahas di dalam bacaan.
Contoh:
Apakah judul bacaan yang tepat untuk bacaan di atas?
c. Kesimpulan Bacaan
Kesimpulan bacaan adalah hal-hal bermanfaat yang dapat disimpulkan dari
bacaan.
Contoh:
Apakah kesimpulan yang didapatkan dari bacaan di atas?
d. Inti Paragraf
Inti paragraf adalah topik utama yang dijelaskan di dalam paragraf, dapat
berupa kalimat yang terletak di awal, tengah, akhir, atau menyebar di paragraf.
Contoh:
Apakah inti dari paragraf ketiga pada bacaan di atas?
e. Pencarian Informasi
Pencarian informasi adalah proses mencocokan antara informasi yang terdapat
dalam pilihan jawaban dengan informasi yang terdapat di dalam bacaan.
Contoh:
Manakah di antara jawaban berikut merupakan pernyataan yang benar
berdasarkan bacaan di atas?
f. Menemukan Kekeliruan
Menemukan kekeliruan adalah proses mencari informasi yang terdapat dalam pilihan jawaban yang tidak terdapat di dalambacaan.
Contoh:
Manakah di antara jawaban berikut yang tidak benar berdasarkan bacaan di
atas?
g. Gaya Bahasa
Gaya bahasa adalah gaya penyampaian yang dibuat penulis dalam bacaan. Contoh gaya bahasa adalah naratif, deskriptif,
berita, sarkastik, hiperbolis, optimis, pesimis, dll.
Contoh:
Bagaimana gaya bahasa yang disampaikan oleh penulis di dalam bacaan di
atas?
h. Pencarian Fakta
Pencarian fakta adalah proses pencarian peristiwa atau kejadian yang
benar-benar terjadi dan disampaikan secara jelas di dalam bacaan yang bersifat
objektif.
Contoh:
Berdasarkan bacaan di atas, manakah di antara pilihan jawaban yang
merupakan fakta?
i. Pencarian Opini
Pencarian fakta adalah proses pencarian pendapat orang lain atas peristiwa
atau kejadian yang dijelaskan dalam bacaan yang bersifat subjektif.
Contoh:
Berdasarkan bacaan di atas, manakah di antara pilihan jawaban yang
merupakan opini?
Contoh soal:
Durian rasanya lezat sehingga disukai
banyak orang. Karena kelezatannya itu membuat orang terkadang makan berlebihan.
Durian mengandung berbagai zat gizi. Apabila dikonsumsi secara berlebihan maka
dapat mengakibatkan mabuk. Bila kamu mengalami mabuk durian, atasi dengan cara
berikut. Ambil segelas air putih hangat, beri satu sendok makan garam, aduk dan
minum. Secara berangsur-angsur mabuk akan mereda.
Pernyataan yang sesuai dengan bacaan
adalah ...
A. Semua orang suka
durian
B. Makan garam dapat
mengatasi mabuk
C. Larutan air garam
dapat mengatasi mabuk durian
D. Mabuk durian dapat
diatasi dengan seketika
E. Mabuk durian lebih
mengenakkan ketimbang mabuk cinta
Jawaban:
C. Larutan air garam dapat
mengatasi mabuk durian.
Lihat pilihan A, dalam
paragraf pernyataan yang benar adalah durian disukai banyak orang, bukan semua
orang, berarti ada beberapa orang yang tidak suka durian. Pilihan B makan garam
dapat mengatasi mabuk tidak sesuai dengan paragraf dan pilihan D Mabuk durian
dapat diatasi dengan seketika tidak sesuai dengan kalimat terakhir yang
menjelaskan bahwa mabuk durian dapat diatasi secara berangsur-angsur.
Tips!
Berikut ini adalah langkah-langkah utama yang harus kalian jalankan untuk
menyelesaikan soal tes Bacaan dalam TPA Verbal:
1. Terlebih dahulu cari dan tentukan pokok pikiran atau tema bacaan.
2. Bacalah dulu pertanyaan dan seluruh
pilihan jawaban dan pahami dengan baik, baru kemudian baca paragrafnya. Langkah
ini lebih efektif dan efisien.
3. Temukan kalimat utama setiap paragraf dan
jika memungkinkan ingatlah atau tandai kalimat utama setiap
paragraf.
4. Gunakanlah informasi/pernyataan yang
terdapat dalam paragraf. Jangan pernah mengambil informasi atau pernyataan yang
tidak terdapat dalam paragraf walaupun informasi/pernyataan tersebut kelihatan
akurat dan valid.
5. Tidak perlu mengingat seluruh informasi
dalam paragraf. Ingat saja poin-poin penting dalam paragraf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar