TPA LOGIKA POSISI
Penentuan posisi dan logika perbandingan adalah materi Ujian PMB PKN STAN
yang benar-benar membutuhkan penalaran yang sangat tinggi untuk menemukan
Jawaban yang diminta pembuat soal. Soal-soal penentuan posisi akan menghasilkan
banyak kombinasi Jawaban yang akan dicocokkan dengan salah satu pilihan
Jawaban. Logika perbandingan akan membandingkan subjek satu dengan subjek yang
lainnya berdasarkan kualitasnya, bukan kuantitasnya. Jadi dalam materi ini akan
banyak membutuhkan kemampuan penalaran logis peserta Ujian PMB PKN STAN. Untuk
itu simaklah baik-baik penjabaran materi berikut karena ini adalah bagian
tersulit dalam Ujian PMB PKN STAN.
Penjabaran Materi
1. Penentuan Posisi
Penentuan posisi hampir
mirip dengan materi peluang pada sub materi kombinasi. Beda spesifik antara
penentuan posisi dengan kombinasi adalah dalam penentuan posisi, kita tidak
hanya menghitung kombinasi posisi yang mungkin berdasarkan syarat-syarat yang
diajukan dalam soal, tetapi kita juga menjabarkan kemungkinan posisi-posisi
yang dapat terjadi dengan adanya syarat-syarat tersebut.
Dalam kombinasi, kita
hanya diminta untuk menentukan banyaknya jumlah kombinasi dari suatu pernyataan
dengan syarat tertentu, artinya hal ini lebih bersifat matematis. Dapat ditarik
kesimpulan bahwa materi kombinasi lebih menekankan kepada kuantitatif sedangkan
pada materi penentuan posisi bersifat kualitatif.
a. Posisi Mutlak
Penentuan posisi mutlak
artinya jumlah objek dengan jumlah posisi yang disediakan jumlahnya sama. Satu objek
tepat menempati satu posisi.
b. Posisi Relatif
Penentuan posisi relatif
artinya jumlah objek dengan jumlah posisi yang disediakan jumlahnya berbeda.
Artinya jumlah objek dapat lebih banyak atau lebih sedikit daripada jumlah
posisi yang ditempati.
c. Variabel dalam Penentuan Posisi
Dalam penentuan posisi, ada beberapavariabel yang
1) Notasikan hubungan antara objek dengan
pernyataan
2) Temukan hubungan pernyataan satu dengan
yang lain
3) Kombinasikan objek yang bebas
4) Tuliskan secara rinci kombinasi yang
terjadi
d. Pola Penentuan Posisi
Dalam penyelesaian soal
penentuan posisi dibutuhkan kejelian dalam membentuk kombinasi berdasarkan
pernyataan dan syarat yang diajukan. Adapun langkah-langkah penyelesaiannya
adalah sebagai berikut:
1) Notasikan hubungan antara objek dengan
pernyataan
2) Temukan hubungan pernyataan satu dengan
yang lain
3) Kombinasikan objek yang bebas
4) Tuliskan secara rinci kombinasi yang
terjadi
Contoh soal:
Pada suatu perlombaan masak yang diikuti
kontestan A, B, C, P, Q dan R didapat urutan skor sebagai berikut:
· Skor Z lebih besar dari skor Y, A dan B
· Skor A lebih besar dari B tetapi lebih kecil dari C
· Skor >< lebih besar dari Z
Pernyataan yang sesuai dengan soal di atas
adalah …
A. C adalah juara lomba masak
B. X adalah juara lomba masak
C. Y adalah peringkat terakhir lomba masak
D. Z masuk peringkat tiga besar lomba masak
E. Tidak ada Jawaban yang benar
Jawaban:
D. Z masuk peringkat tiga besar lomba masak
2. Perbandingan Kualitatif
Logika perbandingan
adalah sebuah perbandingan antara beberapa objek yang bersifat LOGIKA dapat
diperbandingkan. Logika perbandingan tidak menyangkut hubungan kuantitatif
antara beberapa objek, melainkan lebih kepada hubungan LOGIKA antara beberapa
objek dengan kriteria yang sama dan jelas terdefinisi. Sifat LOGIKA disini
artinya adalah jumlah objek yang diperbandingkan dapat diperkirakan namun
jumlahnya tidak dapat diketahui dengan pasti jumlahnya.
Pola dasar perbandingan
dalam matematika Karena objek yang diperbandingkan
bersifat LOGIKA maka sudah kita tidak bisa secara mutlak menggunakan notasi
perbandingan matematika stkamur. Dalam perbandingan LOGIKA notasi
perbandingan yang dapat digunakan adalah notasi namun lambang tersebut masih harus
disertai juga dengan syarat pembandingnya.
Contoh soal:
Dari hasil seleksi liga catur PKN STAN,
dipilih 6 finalis yang akan dikirim menjadi satu tim yang terdiri dari 3
peserta. Kirana, Dharma, Bedu, Shafira, Nazar dan Andri masuk sebagai finalis
liga PKN STAN. Mereka akan dipilih dengan ketentuan sebagai berikut:
· Andri tidak cocok menjadi tim Bedu dan Kirana
· Jika Nazar dipilih maka Bedu dipilih
· Dharma dapat memilih Shafira sebagai timnya.
Komposisi tim catur yang tidak mungkin
adalah
A. Dharma, Shafira dan Kirana
B. Bedu, Nazar dan Kirana
C. Kirana Dharma dan Nazar
D. Bedu, Nazar dan Andri
E. Tidak ada Jawaban yang benar
Jawaban:
D. Andri tidak dapat dipasangkan dengan Bedu
dan Kirana.
Tips!
1. Dalam penentuan posisi dan perbandingan
menuntut kamu untuk mampu berimajinasi dan memvisualisasikan setiap pernyataan
dalam soal dan syarat yang diajukan dalam soal. Jangan ragu untuk menggambarkan
kondisi dari setiap pernyataan dan persyaratan. Dengan adanya visualisasi akan
sangat membantu kita untuk menyelesaikan setiap soal.
2. Biasanya nama-nama objek yang dibahas
dalam soal penentuan posisi diurutkan berdasarkan urutan alfabetis. Coba
singkat nama objek berdasarkan inisial dari huruf pertama nama objek kemudian
buat notasinya. Hal ini akan sangat mempermudah dalam menganalisis pertanyaan
berdasarkan notasi pernyataan dan syarat dalam logika penentuan posisi dan
perbandingan
3. Dahulukan untuk mengeliminasi Jawaban yang
bertentangan dengan syarat-syarat yang diajukan dalam soal daripada harus
membuat kombinasi posisi berdasarkan pernyataan dan syaratnya. Artinya jika
jumlah pilihan jawaban sudah mengerucut, tentunya kita akan lebih mudah
menganalisis Jawaban: dari soal tersebut.
4. Tidak perlu membuat daftar panjang
kombinasi kejadian dari syarat-syarat yang dinyatakan dalam soal. Langkah yang
paling cepat dalam menemukan Jawaban yang benar adalah dengan mencari
kesalahan. Carilah pilihan Jawaban yang salah yang bertentangan dengan
syarat-syarat kejadian dalam soal.